Mengantisipasi ketidakpastian usaha, memetakan risiko operasional, pasar, hukum, finansial, serta memilih taktik mitigasi terbaik.
Setiap keputusan wirausaha selalu mengandung unsur ketidakpastian. Manajemen risiko adalah proses sistematis mengenali dan membatasi dampak bahaya tersebut.
Melacak semua kemungkinan terburuk yang berpotensi melumpuhkan operasional atau keuangan perusahaan.
Menilai risiko berdasarkan matriks tingkat kemungkinan terjadinya (probability) dan keparahan dampak finansialnya.
Mengeksekusi rencana cadangan (contingency plan) untuk mengendalikan bahaya terpilih.
Risiko dikelompokkan berdasarkan area terjadinya bahaya:
Kerusakan alat produksi, kebocoran pipa pabrik, mogok kerja massal karyawan, kecelakaan kerja.
Terjadinya inflasi mendadak bahan baku impor, gagal bayar cicilan utang bank, piutang macet pembeli.
Gugatan merk dagang dari kompetitor, tidak lengkapnya sertifikasi halal/BPOM, pelanggaran izin usaha.
Disrupsi platform belanja online yang menggerus penjualan gerai fisik, jatuhnya harga jual pasaran.
Dalam matriks SWOT, kolom Threats (Ancaman) memetakan bahaya eksternal di luar kendali perusahaan:
Cara menanggulangi bahaya risiko setelah dipetakan dalam matriks:
Menghindari total penyebab risiko (contoh: menolak kerja sama di daerah konflik demi keselamatan staf).
Mengurangi keparahan dampak/peluang (contoh: mewajibkan helm proyek & sepatu bot di area mesin).
Mengalihkan beban finansial ke pihak ketiga (contoh: membeli premi asuransi kebakaran gudang).
Menerima risiko dan menanggung biayanya sendiri menggunakan dana cadangan darurat (emergency fund).